DPRK Bireuen Desak Pemerintah Siapkan Jembatan Darurat di Desa Lawang




Bireuen | Narasinasional.com – Pasca ambruknya jembatan beton yang menghubungkan Desa Hagu dan Desa Lawang di Kecamatan Peudada, Bireuen, hingga kini belum ada pembangunan jembatan darurat. Akibatnya, warga harus menyeberangi sungai menggunakan jalan setapak yang berbahaya.

 

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena banyak anak-anak yang juga terpaksa menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. 




Anggota DPRK Bireuen, Surya Yunus, saat meninjau lokasi pada Selasa, 7 Januari 2025, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen untuk segera membangun jembatan darurat. 


“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pembangunan jembatan darurat karena warga tidak memiliki akses lain,” ujarnya kepada media. 


Surya Yunus menambahkan, pembangunan jembatan darurat dijadwalkan selesai pada Kamis mendatang agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Jalan tersebut merupakan akses utama Desa Lawang, termasuk jalur penting bagi para petani. 





Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen lainnya, Taufik, mendesak agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen. 


“Kami meminta Pemerintah Bireuen mengusulkan anggaran untuk membangun jembatan permanen. Jangan hanya mengandalkan jembatan darurat yang sifatnya sementara,” tegas Taufik. 


Kunjungan ke lokasi ini turut dihadiri oleh Camat Peudada, Erry Seprinaldi, perwakilan dari PUPR Bireuen, serta tokoh masyarakat setempat.




Saat ini, sebanyak 87 kepala keluarga (315 jiwa) di Desa Lawang terpaksa menyeberangi sungai dengan jalan setapak, yang berisiko tinggi bagi keselamatan mereka.  (Furqan)


Editor: Fazli