Bireuen – Praktik jual beli tiket teknologi 3D di lingkungan Sekolah MIN 14 Bireuen menuai sorotan dari para wali murid. Pasalnya, siswa diwajibkan membayar hingga Rp15.000 untuk mendapatkan tiket kegiatan tersebut, Rabu 22 Januari 2025.
Tiket tersebut digunakan untuk menyaksikan tayangan gambar virtual dinosaurus dalam format 3D. Namun, wali murid menilai kegiatan ini kurang relevan dengan kurikulum pendidikan yang seharusnya diikuti di sekolah.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kegiatan ini. "Kegiatan ini tidak masuk dalam kurikulum sekolah, apalagi yang ditampilkan hanya gambar binatang seperti dinosaurus yang tidak ada dalam buku pelajaran. Saya tidak setuju karena ini tidak bermanfaat, hanya sekadar alat untuk meraup keuntungan, dengan harga Rp15.000 per tiket," ujarnya.
Penjualan tiket ini dilaporkan dilakukan oleh kepala sekolah bersama para guru. Hal ini memicu kekecewaan di kalangan wali murid, yang menganggap kegiatan tersebut tidak memberikan nilai edukasi yang seharusnya menjadi prioritas.
Ketika pihak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah MIN 14 Bireuen melalui sambungan telepon, panggilan tersebut tidak dijawab. Begitu pula saat menghubungi Kasi Pembina Madrasah, hasilnya sama, tanpa tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun pembina madrasah belum memberikan klarifikasi terkait kegiatan ini. Para wali murid berharap ada evaluasi terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat edukatif bagi siswa. (Zubir)